Selasa, 18 Juli 2017

Penyebab dan Cara menyembuhkan Demam Kuning beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Demam Kuning. Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Demam Kuning ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Demam Kuning :

Demam kuning adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk. Umumnya terdapat di daerah Amerika Selatan, Afrika, dan Karibia.

Nyamuk yang membawa virus di dalam tubuhnya ini kemudian menyebarkan ke penduduk di sekitar pengidap maupun turis yang sedang mengunjungi area itu hingga menyebabkan demam dan gangguan serius pada organ hati dan ginjal. Infeksi virus yang telah merambat ke organ hati turut mengganggu fungsi organ ini sehingga menyebabkan perubahan pada warna kulit menjadi menguning.

Penyebab Demam Kuning

Penyebaran demam kuning disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mulanya menggigit penderita penyakit ini, umumnya manusia dan monyet. Nyamuk ini kemudian menularkan demam kuning di antara sesama manusia atau monyet lainnya, atau dari manusia ke monyet, dan sebaliknya. Selain gurun Sahara di Afrika dan area tropis Amerika selatan, atau bahkan pemukiman manusia yang bersih sekalipun, tidak luput dari perkembangbiakan nyamuk ini.

Virus yang akhirnya berdiam dalam kelenjar saliva nyamuk Aedes aegypti ini kemudian masuk ke aliran darah manusia atau monyet lainnya melalui gigitan dan menyebabkan sakit pada inang baru yang didiaminya. Waspadai senja hingga fajar karena pada waktu-waktu inilah penyebaran virus demam kuning paling banyak terjadi, saat nyamuk Aedes aegypti menjadi sangat aktif.

Gejala Demam Kuning

Demam kuning menyebabkan demam, sakit kepala, mual, muntah, serta nyeri otot pada penderitanya. Umumnya terdapat tiga tahap infeksi virus demam kuning dengan tahap awal yang cenderung tidak dapat dibedakan dari infeksi virus lainnya, atau bisa juga tanpa gejala. Tahapan awal infeksi dapat berlangsung selama 3-4 hari dan biasanya dimulai 3-6 hari sejak infeksi virus atau sejak gigitan nyamuk terjadi. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kehilangan nafsu makan, sensitif berlebihan terhadap cahaya, serta kemerahan pada mata, lidah, dan wajah.

Tahapan kedua adalah tahap remisi, di mana keadaan pasien tampak membaik. Secara umum pasien sembuh di tahap yang berlangsung kurang lebih 2 hari ini. Walau begitu, disarankan untuk tetap diwaspadai karena pada sekitar 15-25 persen pasien dapat memasuki fase ketiga yang lebih berisiko dan dapat berujung kematian.

Pada fase ketiga, waspadai munculnya kerusakan pada organ hati yang dapat membuat warna mata dan kulit menjadi kuning. Selain itu, dapat muncul juga demam yang disertai dengan pendarahan di dalam tubuh, muntah darah, peradangan hati atau hepatitis, serta kerusakan multi organ.

Diagnosis Demam Kuning

Gejala demam kuning cukup umum dan dapat dialami juga oleh beberapa penyakit lain, seperti malaria dan demam berdarah sehingga diagnosis demam kuning diperoleh salah satunya berdasarkan sejarah perjalanan yang dilakukan pasien. Setelah itu dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui keberadaan jenis virus yang terdapat dalam tubuh.

Segera temui dokter begitu Anda merasakan gejala demam kuning yang telah disebutkan di atas, khususnya setelah atau sedang melakukan kunjungan ke negara-negara yang memiliki kasus penyakit demam kuning.

Pengobatan Demam Kuning

Tidak ada obat antivirus yang dapat menyembuhkan penyakit demam kuning. Namun, penanganan suportif diperlukan untuk menangani gejala. Gejala umum seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, dapat ditangani menggunakan obat pereda sakit, seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun, penyakit lain yang ditimbulkan akibat komplikasi demam kuning, seperti kerusakan organ tubuh pemicu kondisi gagal ginjal tentunya membutuhkan penanganan lanjutan yang sesuai di rumah sakit.

Perawatan yang dapat direkomendasikan untuk demam kuning dapat berupa memberikan oksigen, menjaga tekanan darah, proses dialisis untuk penderita gagal ginjal, dan transfusi sel plasma demi meningkatkan level pembekuan darah.

Pencegahan Demam Kuning

Demam kuning dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang dilakukan sebelum seseorang melakukan perjalanan ke area yang berpotensi menyebarkan demam kuning. Vaksin dapat dilakukan minimal sepuluh hari sebelum waktu keberangkatan dengan waktu ideal pemberian vaksin adalah 3-4 minggu. Usia yang aman untuk menerima vaksin ini adalah pasien dengan jarak usia antara 9 bulan hingga 60 tahun agar terlepas dari risiko penyakit radang otak hingga kematian.

Efek samping dapat berlangsung selama 5-10 hari pasca pemberian vaksin. Adapun efek samping yang dirasakan tergolong umum dan ringan, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan serta rasa sakit pada area bekas suntikan vaksinasi. Pada beberapa kasus yang langka, vaksinasi demam kuning dapat menimbulkan reaksi alergi, reaksi pada sistem saraf, dan bahkan kematian sehingga konsultasi kepada dokter sangat disarankan sebelum melakukan vaksinasi.

Orang yang telah mendapatkan vaksin pencegah demam kuning akan mendapatkan sertifikat yang harus diperlihatkan sebelum memasuki area berpotensi. Vaksin ini bertahan hingga 10 tahun atau mungkin seumur hidup. Sertifikat vaksin akan berakhir dalam 10 tahun bila Anda mendapatkannya sebelum Juni 2016. Saat ini World Health Organization menyatakan pemberian penguat/booster vaksin mungkin tidak perlu kecuali pada keadaan-keadaan tertentu.

Anda mungkin harus mendapatkan booster menjelang keberangkatan ke daerah yang terjangkit demam kuning apabila Anda telah mendapatkannya lebih dari 10 tahun yang lalu dan Anda membutuhkan sertifikat vaksin.

Apabila ingin berangkat ke daerah yang terjangkit demam kuning dan mendapatkan vaksin lebih dari 10 tahun, orang-orang berikut juga direkomendasikan untuk mendapatkan booster:

  • perempuan yang sedang hamil
  • anak di bawah usia dua tahun
  • seseorang yang memiliki sistem imunitas yang rendah, seperti penderita HIV dan calon penerima transplantasi sumsum tulang.

Sebagai tindakan pencegahan tambahan, menghindari sengatan nyamuk juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan penolak nyamuk pada kulit dan pakaian. Anda dapat menggunakan penolak nyamuk yang mengandung permethrin pada pakaian, sepatu, perlengkapan berkemah, dan pada sekat tambahan pintu maupun jendela. Sementara untuk kulit, gunakan penolak nyamuk khusus kulit yang tahan lama. Penolak nyamuk untuk kulit yang memiliki bahan aktif picaridin, IR3535, dan DEET dalam konsentrasi yang tinggi dapat memberikan perlindungan yang lebih lama dari gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gunakan dengan bijaksana dan sesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan. Hindari penggunaan penolak nyamuk pada anak yang berusia di bawah usia dua tahun karena mengandung bahan kimia yang berbahaya. Sebagai gantinya Anda dapat menggunakan penolak nyamuk pada kereta dorong atau kelambu antinyamuk saat sedang berada di luar ruangan. Beberapa bahan alami, seperti minyak lemon eucalyptus, dapat pula dipergunakan dengan pengecualian pada anak berusia di bawah usia tiga tahun.

Ingatlah untuk selalu menyimpan data perjalanan Anda, seperti lokasi luar ruangan, terutama jika terdapat pada daerah yang terjangkit demam kuning. Pasien yang pernah atau telah mengalami demam kuning dan sembuh, pada akhirnya secara alami akan membentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Demam Kuning. Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Senin, 17 Juli 2017

Fungsi, Dosis dan Efek Samping Bromocriptine

Ada banyak obat yang dapat menyembuhkan suatu penyakit pada diri manusia. Berkat tambahan resep dari dokter yang merupakan racikan dari obat untuk mempercepat kesembuhan suatu penyakit. Ada berbagai macam jenis obat, salah satunya ialah Bromocriptine, seperti apa penjelasan lengkapnya ?

Berikut ini merupakan Fungsi, Dosis dan Efek Samping Bromocriptine :

Bromocriptine adalah obat untuk mengatasi tingginya tingkat hormon prolaktin yang bisa menyebabkan galaktorea dan prolaktinoma. Prolaktinoma adalah tumor pada kelenjar pituitari atau hipofisis di otak yang tidak bersifat kanker. Galaktorea adalah keluarnya cairan ASI dari puting yang tidak berkaitan dengan produksi ASI secara normal atau bukan pada masa menyusui.

Bromocriptine juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit parkinson, diabetes tipe 2 dan akromegali.Bromocriptine bekerja dengan cara menghalangi pelepasan hormon prolaktin dari kelenjar pituitari di bawah otak. Hormon ini mempengaruhi siklus menstruasi dan produksi ASI, sehingga obat ini juga bisa digunakan untuk menangani masalah menstruasi seperti amenore (keadaan dimana siklus haid tidak berjalan) dan menghentikan produksi ASI abnormal pada wanita dan sebagian kecil pria. Bromocriptine juga bisa mengobati infertilitas (kemandulan) yang disebabkan hormon prolaktin yang terlalu tinggi kadarnya di dalam tubuh, baik pada pria maupun wanita.

Tentang Bromocriptine

Jenis obatHormon tropis sintetis
GolonganObat resep
Manfaat
  • Membatasi pelepasan hormon prolaktin
  • Menangani masalah pada siklus menstruasi
  • Mengobati infertilitas
  • Mengobati parkinson
  • Mengobati akromegali (kondisi di mana produksi hormon pertumbuhan terlalu berlebihan)
  • Mengobati diabetes tipe 2
Dikonsumsi olehDewasa
BentukTablet, kapsul

Peringatan Bromocriptine

  • Wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi bromocriptine.
  • Sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat, karena obat ini bisa menyebabkan kantuk atau sakit kepala.
  • Harap berhati-hati saat mengonsumsi obat ini bagi yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, riwayat eklamsi atau preeklamsi, gangguan fungsi jantung, penyakit hati, sindrom Raynaud, porifiria, sakit maag, gangguan mental serius, atau sedang mengonsumsi obat lainnya.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Bromocriptine

Umumnya, dokter akan meresepkan bromocriptine dengan dosis rendah. Kemudian meningkatkan dosisnya secara bertahap jika diperlukan. Dosis untuk anak-anak akan disesuaikan dengan berat badan mereka. Berikut tabel yang menjelaskan dosis awal dan dosis maksimal harian bromocriptine. Dosis obat ini dibedakan berdasarkan jenis penyakit yang diderita.

Jenis Penyakit

Dosis Awal per hari

(dalam miligram)

Dosis Maksimal per hari

(dalam miligram)

  • Infertilitas
  • Tumor pituitari
  • Hipogonadisme pria
  • Amenorea
  • Galaktorea

1,25 2,5

15

Akromegali

1,25 2,5

100

Parkinson

2,5

100

Diabetes tipe 2

0,8

4,8

Mengonsumsi Bromocriptine Dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi Bromocriptine. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Konsumsilah merek bromocriptine sesuai yang dianjurkan dokter, karena tiap merek memiliki cara kerja yang berbeda. Selalu konsumsi obat ini bersama dengan makanan. Untuk mengurangi efek mual, konsumsilah obat ini sesaat waktu tidur malam.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi Bromocriptine pada jam yang sama setiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi bromocriptine, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis bromocriptine pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat. Segera konsultasikan dengan dokter jika meengonsumsi obat ini terlalu banyak atau ingin menghentikannya.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Bromocriptine

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi adalah:

  • Mengantuk.
  • Mual.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Sulit buang air besar atau konstipasi.
  • Hidung tersumbat.

Sedangkan halusinasi, pergerakan tubuh tidak terkontrol merupakan efek samping bromocriptine yang jarang muncul. Jika mengalami kesulitan bernapas, batuk yang tidak mereda, dan rasa nyeri di dada atau perut setelah mengonsumsi bromocriptine, segera berkonsultasi dengan dokter.

Itulah penjelasan singkat mengenai Fungsi, Dosis dan Efek Samping Bromocriptine. Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Penyebab dan Cara menyembuhkan Bulimia beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Bulimia. Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Bulimia ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Bulimia :

Bulimia atau bulimia nervosa adalah gangguan makan yang serius dan berpotensi mengancam jiwa. Gangguan mental ini bisa terkait dengan rasa rendah diri tingkat ekstrem, kecanduan minuman keras, depresi, serta kecenderungan menyakiti diri sendiri.

Pengidap bulimia akan melahap makanan dalam jumlah berlebihan, kemudian mengeluarkannya dari tubuh secara paksa dengan muntah atau menggunakan obat pencahar. Cara yang tidak sehat ini dilakukan oleh pengidap untuk melenyapkan kalori berlebih yang telah dikonsumsi agar berat badannya tetap terjaga.

Bulimia lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan oleh pria, sama halnya dengan gangguan makan pada umumnya. Penelitian memperkirakan terdapat sekitar 8 dari 100 wanita yang mengidap kelainan ini. Sebagian besar dialami oleh wanita pada usia 16-40 tahun.

Gejala-gejala Bulimia

Indikasi utama bahwa seseorang mengidap bulimia adalah mengonsumsi makanan secara berlebihan, meski pengidap tidak merasa lapar. Proses ini dapat terpicu oleh masalah emosional, seperti stres atau depresi. Pengidap kemudian merasa bersalah, menyesal, dan membenci diri sendiri sehingga akan memaksa tubuh untuk mengeluarkan semua asupan kalori yang telah masuk. Cara ini umumnya dilakukan dengan memaksa diri untuk muntah atau menggunakan obat pencahar untuk memicu proses buang air besar. Pengidap bulimia setidaknya mengalami siklus ini lebih dari dua kali dalam seminggu selama minimal tiga bulan.

Selain cara tidak sehat tersebut, terdapat beberapa gejala lain yang menandakan bulimia. Di antaranya adalah:

  • Sangat terpaku pada berat badan serta bentuk tubuh, terkadang hingga terasa tidak masuk akal.
  • Selalu beranggapan negatif terhadap bentuk tubuhnya sendiri.
  • Takut gemuk atau merasa kegemukan.
  • Sering lepas kendali saat makan, misalnya terus makan sampai sakit perut atau makan dengan porsi berlebihan.
  • Enggan makan di tempat-tempat umum atau di depan orang lain.
  • Sering bergegas ke kamar mandi setelah makan.
  • Memaksakan diri untuk muntah, terutama dengan memasukkan jari ke kerongkongan.
  • Memiliki gigi dan gusi yang rusak.
  • Berolahraga berlebihan.
  • Menggunakan obat pencahar, diuretik, atau enema setelah makan.
  • Menggunakan suplemen atau produk herba untuk menurunkan berat badan.

Jika Anda merasa mengidap bulimia, segera periksakan diri ke dokter. Bulimia yang tidak ditangani dapat memicu komplikasi-komplikasi yang serius.

Penyebab dan Faktor Pemicu Bulimia

Penyebab utama bulimia belum diketahui secara pasti. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kelainan ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:

  • Jenis kelamin. Bulimia lebih sering dialami oleh wanita daripada pria.
  • Masalah psikologis, seperti rendah diri, depresi, stres, perfeksionisme, gangguan stres pascatrauma (PTSD), serta gangguan obsesif komplusif (OCD).
  • Usia. Bulimia umumnya menyerang remaja hingga dewasa.
  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga inti (saudara kandung atau orang tua) yang mengidap bulimia, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami kelainan yang sama.
  • Tuntutan sosial. Misalnya remaja yang merasa harus menurunkan berat badan karena terpengaruh teman-temannya.
  • Tuntutan profesi. Contohnya model yang harus langsing atau atlet yang harus menjaga berat badan dengan ketat.

Proses Diagnosis Bulimia

Pada tahap pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami seperti penanganan pada penyakit lain. Jika kondisi Anda termasuk dalam kriteria yang mengindikasikan bulimia, dokter kemudian akan menganjurkan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, tes darah, tes urine, serta evakuasi psikologi.

Kriteria utama yang mengindikasikan bulimia adalah siklus makan yang berlebihan lalu mengeluarkan kalori ekstra dengan paksa dari tubuh. Kemudian disertai dengan asumsi negatif tentang bentuk tubuh dan berat badan.

Langkah Penanganan Bulimia

Bagian tersulit sekaligus terpenting bagi penderita bulimia adalah untuk mengakui kelainan yang mereka alami. Langkah ini sangat signifikan agar pengidap memiliki keinginan untuk sembuh dan bersedia untuk menjalani pengobatan.

Penanganan utama untuk mengatasi bulimia adalah dengan terapi psikologi. Melalui terapi, Anda akan dibantu untuk kembali membangun sikap dan pikiran positif terhadap pola makan. Proses ini juga akan membantu untuk mendeteksi masalah emosional di balik bulimia. Ada dua jenis terapi yang dapat dijalani, yaitu terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal.

Lewat CBT, Anda akan dibantu untuk mengenali pemicu bulimia, misalnya pendapat dan perilaku negatif, lalu belajar untuk menggantikannya dengan pemikiran yang positif dan sehat.

Sedangkan terapi interpersonal akan membantu Anda untuk mendeteksi masalah dalam berhubungan dengan orang lain, sekaligus meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Untuk mengurangi gejala, penggunaan penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI) juga terkadang dikombinasikan dengan terapi. Fluoxetine adalah SSRI yang paling sering digunakan dalam menangani bulimia.

Dokter akan memantau perkembangan kondisi serta reaksi tubuh Anda terhadap obat secara berkala selama menggunakan antidepresan. Obat ini tidak cocok digunakan oleh pengidap bulimia di bawah 18 tahun. Pengidap yang menderita epilepsi, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung, hati, atau ginjal juga dianjurkan untuk menghindari obat ini.

Jika mengalami komplikasi bulimia yang serius, Anda sebaiknya menjalani penanganan di rumah sakit. Langkah ini diambil guna mencegah akibat fatal dari komplikasi sekaligus menangani dorongan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri.

Langkah pengobatan untuk bulimia umumnya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dukungan penuh dari teman serta keluarga juga berperan penting. Karena itu, pengidap serta keluarga dianjurkan untuk bersabar dalam menjalaninya.

Risiko Komplikasi Bulimia

Jika tidak segera ditangani, bulimia bisa memicu komplikasi yang serius dan bahkan berakibat fatal.

Frekuensi muntah yang sering terjadi akan merusak gigi (akibat asam lambung) dan memicu pembengkakan kelenjar air liur. Demikian pula dengan sakit tenggorokan serta bau mulut.

Kekurangan nutrisi juga termasuk komplikasi serius akibat bulimia. Komplikasi ini dapat memicu dehidrasi, sulit untuk hamil karena siklus menstruasi yang tidak teratur, kulit dan rambut yang kering, kuku yang rapuh, gagal ginjal, serta gagal jantung.

Sementara penggunaan obat pencahar yang tidak terkendali dapat mengakibatkan kerusakan pada organ-organ pencernaan serta mengganggu keseimbangan kadar senyawa alami tubuh. Ketidakseimbangan ini berpotensi memicu kelelahan, lemas, detak jantung yang tidak teratur, serta kejang.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Bulimia. Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Minggu, 16 Juli 2017

Fungsi, Dosis dan Efek Samping Gliserol Topikal

Ada banyak obat yang dapat menyembuhkan suatu penyakit pada diri manusia. Berkat tambahan resep dari dokter yang merupakan racikan dari obat untuk mempercepat kesembuhan suatu penyakit. Ada berbagai macam jenis obat, salah satunya ialah Gliserol Topikal , seperti apa penjelasan lengkapnya ?

Berikut ini merupakan Fungsi, Dosis dan Efek Samping Gliserol Topikal :

Gliserol topikal adalah jenis obat emolien yang berguna untuk melembapkan kulit, mencegah kulit kering, kasar dan bersisik, kulit gatal, dan iritasi kulit ringan. Obat ini digunakan dalam mengatasi kulit kering yang terjadi pada beberapa kondisi seperti dermatitis, eksim, dan psoriasis.

Ketika lapisan kulit terluar kekurangan air, pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya kulit kering. Obat jenis emolien atau pelembap berfungsi membentuk lapisan berminyak pada bagian kulit terluar untuk menahan air agar tetap berada di kulit. Gliserol topikal adalah salah satu obat yang berguna untuk menahan air di lapisan kulit terluar. Kondisi ini akan membantu dalam membuang sel kulit mati dan menjadikan kulit lebih lembap dengan mempertahankan air.

Tentang Gliserol Topikal

Jenis obatEmolien dan pelindung kulit.
GolonganObat bebas
Manfaat
  • Melembapkan dan melembutkan kulit.
  • Melindungi kulit dari iritasi.
  • Mengatasi kulit gatal-gatal.
  • Mengobati dan mencegah kulit kering, kasar, dan bersisik.
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Nama lainGliserine, gliserin.
BentukObat oles

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil, menyusui, atau yang mencoba memiliki anak, ikuti anjuran dokter tentang pemakaian obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika gejala tidak membaik atau bertambah parah.
  • Harap waspada jika Anda mengalami luka terbuka atau infeksi kulit. Tanyakan pada dokter sebelum menggunakan gliserol topikal.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera temui dokter.

Dosis Gliserol Topikal

Pemakaian umum untuk gliserol topikal adalah sekitar empat hingga enam kali dalam sehari, tapi dosis ini akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi kulit . Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk mengetahui lebih lanjut.

Menggunakan Gliserol Topikal dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan gliserol topikal. Oleskan obat ini pada daerah kulit yang bermasalah sesuai petunjuk dalam kemasan obat atau anjuran dari dokter.

Periksa pada kemasan obat, daerah mana saja yang tidak boleh terkena produk ini. Misalnya wajah, mata, mulut, kulit yang terluka, iritasi, tergores, atau area kulit yang baru saja dicukur.

Cara pemakaian produk gliserol topikal bisa berbeda-beda. Beberapa produk dari gliserol topikal perlu dikocok sebelum digunakan, ada pula obat gliserol topikal yang harus dicampur dengan air sebelum dioleskan pada area kulit yang bermasalah.

Gunakan obat ini secara teratur. Untuk mengatasi kulit tangan yang kering, Anda disarankan menggunakannya setelah selesai mandi atau ketika area yang bermasalah masih dalam keadaan sedikit basah.

Jika kulit kering yang ada sangat parah, Anda disarankan untuk merendam area kulit yang kering sebelum mengoleskan obat ini. Hindari mandi terlalu sering, mandi air panas, atau mandi dalam waktu lama karena bisa memperparah kondisi kulit yang kering.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Gliserol Topikal

Obat oles ini jarang menyebabkan efek samping. Namun, beberapa efek samping yang berpotensi terjadi adalah:

  • Sensasi rasa terbakar atau menyengat.
  • Kulit menjadi kemerahan.
  • Munculnya reaksi iritasi.

Jika efek samping yang terjadi berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Itulah penjelasan singkat mengenai Fungsi, Dosis dan Efek Samping Gliserol Topikal . Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Penyebab dan Cara menyembuhkan Ketombe beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Ketombe . Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Ketombe ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Ketombe :

Ketombe atau dandruff adalah serpihan kulit kepala berwarna putih yang mengelupas dan menempel pada rambut atau terlihat di bahu Anda. Meski ketombe tidak menular atau jarang sekali menjadi penyakit yang serius, kondisi ini bisa terlihat memalukan dan terkadang sulit untuk ditangani. Ketombe bukanlah permasalahan pada rambut atau seberapa sering Anda mencucinya. Ketombe adalah masalah pada kulit kepala.

Gejala ketombe sangat mudah dikenali. Serpihan kulit mati berwarna putih dan kadang berminyak akan terlihat dengan jelas pada rambut dan bahu. Selain itu, biasanya ketombe diikuti dengan rasa gatal yang muncul di kulit kepala.

Sedangkan pada bayi, ketombe yang muncul sering diistilahkan dengan nama cradle cap. Ini adalah kondisi kelainan yang mengakibatkan kulit kepala bayi menjadi bersisik. Umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir, tapi bisa juga muncul pada masa pertumbuhan bayi. Cradle cap biasanya bukanlah sebuah kondisi yang berbahaya dan cenderung hilang dengan sendirinya saat bayi memasuki usia tiga tahun.

Penyebab Munculnya Ketombe

Tubuh secara teratur akan merontokkan sel kulit yang mati setelah membentuk sel kulit yang baru. Yang menjadi masalah adalah sel-sel kulit yang tumbuh dan mati dengan terlalu cepat. Kematian sel kulit yang lebih cepat akhirnya menyebabkan munculnya ketombe. Penyebab percepatan pertumbuhan dan juga kematian sel kulit ini masih belum diketahui. Salah satu kemungkinannya adalah dermatitis seboroik, yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan kulit menjadi berminyak.

Selain itu, beberapa kondisi bisa membuat ketombe makin parah. Pemakaian produk perawatan rambut yang berlebihan, mengalami stres, dan terlalu sering atau jarang mencuci rambut bisa berisiko memperparah ketombe yang muncul.

Diperkirakan satu dari dua orang pernah mengalami rambut berketombe. Ketombe sering muncul pada masa remaja atau puber. Pria juga lebih rentan untuk mengalami ketombe dibandingkan wanita.

Pengobatan Ketombe

Pengobatan yang paling dikenal dan juga paling sering diterapkan adalah dengan menggunakan sampo antiketombe/dandruff yang bisa dibeli di supermarket. Cara kerja berbagai sampo antiketombe berbeda-beda. Anda bisa mencari produk yang paling sesuai dengan mencoba beberapa produk.

Biasanya ketombe akan langsung beraksi terhadap metode ini. Tapi, kemunculan kembali ketombe adalah hal yang wajar. Ketombe biasanya menghilang beberapa saat sebelum kembali lagi. Jika terjadi, pemakaian sampo antiketombe perlu dilakukan secara teratur.

Jika sampo gagal membersihkan ketombe setelah beberapa minggu, segera temui dokter. Anda mungkin membutuhkan sampo antiketombe yang lebih kuat. Dokter akan memeriksa kulit kepala untuk mencari tahu apakah ada masalah kulit seperti infeksi jamur, dermatitis seboroik atau psoriasis.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Ketombe . Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 15 Juli 2017

Penyebab dan Cara menyembuhkan Chlamydia beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Chlamydia . Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Chlamydia ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Chlamydia :

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Chlamydia paling sering menjangkiti kaum wanita yang berusia muda, namun penyakit ini bisa menjangkiti baik pria maupun wanita pada segala usia. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani dengan tuntas.

Gejala Chlamydia

Kebanyakan kasus chlamydia yang terjadi, awalnya tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Tapi setelah 1-3 pekan usai penularan melalui seks dengan orang yang terinfeksi, biasanya gejala baru akan muncul. Gejala chlamydia yang muncul sering diabaikan karena tidak parah dan segera berlalu. Gejala yang dialami oleh pria berbeda dengan wanita, namun ada satu gejala yang sama-sama dialami baik oleh pria maupun wanita, yaitu rasa nyeri atau sakit yang muncul saat buang air kecil.

Penyakit kelamin ini tidak menimbulkan gejala pada sekitar 50 persen penderita pria dan sekitar 50 persennya lagi mengalami gejala, seperti munculnya rasa sakit pada testikel, serta keluarnya cairan berwarna putih kental atau encer dari ujung penis. Infeksi masih terjadi dan bisa ditularkan walau gejala yang dialami sudah hilang.

Persentase wanita yang tidak mengalami gejala adalah sekitar 75 persen, dan 25 persen mengalami gejala yang paling umum terjadi seperti terjadi pendarahan saat atau usai melakukan hubungan seks dan mengeluarkan cairan vagina yang tidak biasa. Selain itu, ada juga yang mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya, pendarahan di antara masa menstruasi, dan perut bagian bawah terasa sakit.

Chlamydia tidak hanya menginfeksi alat kelamin, tapi bisa juga menjangkiti mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata. Mata yang terinfeksi akan terasa perih, bengkak, teriritasi, dan mengeluarkan cairan.

Anus juga bisa terinfeksi dan menimbulkan pendarahan, keluar cairan, serta rasa sakit dan tidak nyaman. Selain itu, tenggorokan juga bisa terinfeksi dan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, atau jika pasangan Anda terinfeksi chlamydia.

Penyebab Chlamydia

Bakteri chlamydia trachomatis merupakan penyebab terjadinya penyakit chlamydia yang ditularkan oleh orang yang terjangkit melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Penularan chlamydia bisa melalui seks oral, anal, vaginal, dan saling bersentuhannya alat kelamin. Selain itu, chlamydia juga bisa menular melalui mainan seks yang tidak dilapisi dengan kondom baru atau dicuci bersih setelah digunakan.

Cairan seksual yang keluar dari alat kelamin penderitanya bisa menularkan bakteri ini walaupun tanpa orgasme, ejakulasi, atau penetrasi. Berhubungan seksual dengan banyak orang atau berganti-ganti pasangan, dapat meningkatkan risiko terjangkit chlamydia.

Chlamydia tidak menular melalui beberapa hal berikut ini:

  • Pelukan
  • Dudukan toilet
  • Handuk
  • Peralatan makan
  • Ciuman
  • Kolam renang
  • Kamar mandi

Ibu penderita chlamydia bisa menularkan infeksi pada bayi yang dilahirkannya dan menyebabkan mata menjadi bengkak dan mengeluarkan cairan atau yang disebut dengan konjungtivitis serta radang paru-paru. Oleh karena itu, ketika merencanakan kehamilan atau pada saat awal kehamilan, pastikan Anda tidak sedang mengalami infeksi ini dan jika positif, obati secepat mungkin.

Diagnosis Chlamydia

Chlamydia dapat didiagnosis dengan cara yang mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit, yaitu menggunakan alat penyeka yang berbentuk seperti cotton bud atau melalui tes sampel urine. Infeksi yang terdapat di dalam tubuh dapat diketahui dengan cara menganalisis sampel urine di laboratorium.

Alat penyeka tipis dimasukkan ke ujung penis untuk mendapatkan sampel dari saluran pembuangan urine atau uretra. Sedangkan bagi pasien wanita, alat penyeka digunakan pada bagian dalam vagina bagian bawah atau serviks.

Alat penyeka bisa digunakan untuk mengumpulkan sel dari kelopak mata jika mata Anda mengalami peradangan dan mengeluarkan cairan akibat infeksi chlamydia. Selain itu, alat penyeka juga bisa digunakan untuk mengambil sampel dari tenggorokan atau anus jika pasien melakukan seks oral atau anal.

Tes sebaiknya dilakukan kembali setelah tiga bulan untuk memastikan infeksi chlamydia sudah hilang sepenuhnya. Chlamydia tidak dapat dideteksi dengan tes darah atau pap smear.

Perawatan Chlamydia

Chlamydia dapat diatasi dengan mengonsumsi kombinasi obat antibiotik yang tepat. Berikut ini adalah beberapa obat antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi chlamydia:

  • Ofloxacin
  • Doxycycline
  • Erythromycin
  • Azithromycin
  • Amoxicillin

Konsultasikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi pada obat antibiotik, hamil atau menyusui, dan menggunakan alat kontrasepsi. Obat antibiotik yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil adalah amoxicillin, azithromycin, dan erythromycin.

Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan yang biasanya berlangsung selama 1-2 pekan atau hingga infeksi yang dialami telah hilang sepenuhnya. Dan untuk mencegah penularan kembali, pasangan Anda juga harus melakukan perawatan walau tidak mengalami gejala chlamydia.

Obat antibiotik memiliki beberapa efek samping yang dapat terjadi, namun biasanya hanya efek samping ringan. Efek samping yang paling umum terjadi akibat mengonsumsi obat antibiotik adalah diare, mual, dan nyeri pada perut. Selain itu, wanita yang mengonsumsi obat antibiotik dapat mengalami efek samping berupa candiasis atau infeksi jamur pada vagina.

Komplikasi Chlamydia

Chlamydia dapat menyebar dan menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa komplikasi chlamydia yang dapat terjadi pada pasien pria.

  • Epididimitis, yaitu peradangan yang terjadi pada epididimis yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan saluran untuk sperma dari testikel. Penyakit ini memiliki gejala membengkaknya epididimis dan menimbulkan rasa nyeri. Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebabkan munculnya cairan atau bahkan nanah, dan jika sudah parah bisa menyebabkan kemandulan.
  • Reactive arthritis, yaitu peradangan yang terjadi pada persendian dan lebih banyak menimpa pria dibandingkan wanita. Obat pereda nyeri antiinflamasi non-steroid, seperti ibuprofen, bisa untuk mengendalikan gejala reactive arthritis. Biasanya gejala akan membaik dalam waktu 3 bulan hingga setahun, namun kondisi ini bisa kembali lagi.
  • Uretritis, yaitu peradangan yang terjadi pada saluran pembuangan urine atau uretra. Kondisi ini biasanya memiliki gejala seperti sering dan tidak mampu menahan buang air kecil, terasa sakit atau perih saat buang air kecil, kulup atau ujung penis mengalami iritasi dan terasa sakit, dan ujung penis mengeluarkan cairan kental berwarna putih.

Wanita juga bisa mengalami komplikasi akibat chlamydia seperti berikut ini:

  • Cervicitis, yaitu peradangan yang terjadi pada leher rahim atau serviks. Beberapa gejala cervicitis yang dapat terjadi adalah perut bagian bawah terasa nyeri, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan yang terjadi saat atau usai berhubungan seksual, dan pendarahan di antara masa menstruasi.
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi yang terjadi pada ovarium, rahim dan tuba fallopi. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik atau pertumbuhan janin di luar rahim dan keguguran. Penyakit ini bisa menyebabkan panggul terasa sakit secara terus-menerus dan kemandulan. Kondisi ini bisa dengan mudah ditangani dengan
  • Bartholinitis atau membengkaknya kelenjar Bartholin yang memproduksi cairan pelumas pada wanita saat berhubungan seksual. Kista kelenjar Bartholin dapat terjadi jika kelenjar tersumbat dan mengalami infeksi, serta bisa menyebabkan abses yang terasa sakit saat disentuh, perih, berwarna merah dan bisa menyebabkan demam. Obat antibiotik harus digunakan untuk mengatasi abses yang terinfeksi.
  • Salpingitis, yaitu peradangan yang terjadi pada tuba fallopi yang menyebabkan sel telur dari ovarium sulit untuk menuju rahim dan membuat pasien lebih sulit untuk hamil. Risiko mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim akan meningkat, walau tuba fallopi hanya tersumbat sebagian.

Pencegahan Chlamydia

Untuk mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti chlamydia, termasuk gonore dan herpes genital, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan tidak berbagi penggunaan mainan seks. Pemakaian kondom saat berhubungan seksual tidak 100 persen menghilangkan risiko terkena infeksi, tapi efektif dalam mengurangi risiko terjangkit penyakit menular seksual.

Selain itu, penularan chlamydia juga dapat dicegah dengan cara membatasi pasangan seksual atau setia dengan satu orang pasangan saja. Jika Anda aktif melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang, maka Anda dianjurkan melakukan pemeriksaan secara rutin, mengingat chlamydia bisa tidak menimbulkan gejala pada sebagian orang.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Chlamydia . Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Penyebab dan Cara menyembuhkan Kanker Tulang beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Kanker Tulang. Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Kanker Tulang ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Kanker Tulang :

Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang tulang. Penyakit ini dapat diidap oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Dinamakan kanker tulang primer bilamana kanker tersebut muncul dan berkembang langsung di dalam tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang berasal dari bagian tubuh lain yang menjalar ke tulang.

Seluruh tulang di dalam tubuh bisa terserang oleh penyakit ini, namun sebagian besar terjadi pada tulang kaki dan lengan.

Berikut ini beberapa gejala penyakit kanker tulang, diantaranya:

  • Nyeri. Seseorang yang terkena kanker tulang akan merasakan nyeri pada daerah tulang yang diserang. Nyeri ini biasanya berangsur-angsur meningkat dan memburuk, terutama ketika tulang digerakkan atau ketika malam hari.
  • Pembengkakan. Daerah sekitar tulang yang terkena kanker akan mengalami pembengkakan dan berwarna kemerahan. Bahkan jika pembengkakan terjadi di dekat suatu sendi, maka sendi tersebut akan sulit digerakkan.
  • Pelemahan tulang. Kanker tulang menyebabkan tulang menjadi lemah atau rapuh. Bahkan jika sudah parah, jatuh biasa atau cedera kecil saja bisa membuat tulang patah.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Berkeringat, terutama pada malam hari.

Pada orang dewasa, gejala nyeri tulang kadang-kadang disalahartikan sebagai radang sendi. Pada anak-anak dan remaja, kadang-kadang disalahartikan sebagai efek samping dari pertumbuhan tulang. Sebaiknya temui dokter jika Anda atau anak Anda terus-menerus merasakan nyeri pada tulang selama lebih dari tiga hari.

Penyebab kanker tulang

Penyebab pasti kanker tulang belum diketahui, namun kondisi ini diduga disebabkan adanya perubahan atau mutasi di dalam struktur DNA yang mengendalikan pertumbuhan sel sehingga sel-sel tersebut terus tumbuh di luar kendali. Penumpukan sel-sel ini kemudian membentuk tumor yang dapat menyerang struktur tulang di dekatnya atau bahkan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Berikut ini beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tulang.

  • Paparan radiasi tinggi dari suatu pengobatan yang pernah dialami penderita, misalnya radioterapi.
  • Pernah memiliki riwayat suatu jenis kanker mata yang disebut retinoblastoma saat kecil.
  • Pertumbuhan tulang yang cepat pada pubertas.
  • Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan tulang lemah.
  • Menderita penyakit hernia umbilitikus sejak lahir.

Jenis-jenis kanker tulang

Berdasarkan tempat sel kanker bermula, ada tiga jenis kanker tulang yang umum terjadi, di antaranya:

  • Osteosarcoma. Kanker tulang ini berkembang di dalam jaringan baru pada tulang yang sedang tumbuh. Jenis ini biasanya menyerang tulang paha dan tulang betis. Osteosarcoma bisa diidap siapa saja, namun yang paling umum adalah remaja dan orang-orang yang baru menginjak usia dewasa.
  • Ewings sarcoma. Kanker tulang ini berkembang di dalam jaringan saraf yang belum dewasa pada sumsum tulang. Jenis ini biasanya menyerang tulang paha, tulang betis, dan tulang panggul. Ewings sarcoma lebih sering diidap remaja ketimbang orang dewasa.
  • Chondrosarcoma. Kanker tulang ini berkembang di dalam tulang rawan. Biasanya menyerang tulang paha, tulang panggul, tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang lengan bagian atas. Chondrosarcoma biasanya diidap oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun.

Tahapan perkembangan kanker tulang

Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan suatu penyakit kanker tulang, di antaranya:

  • Stadium 1. Pada tahap ini kanker baru mengenai satu bagian tulang dan belum menyebar ke bagian lainnya.
  • Stadium 2. Hampir sama seperti stadium 1, tapi pada tahap ini kanker masih berada di satu bagian tulang dan belum menyebar. Pada tahap ini, agresivitas kanker sudah mulai terlihat.
  • Stadium 3. Pada tahap ini kanker sudah mulai menyebar ke lebih dari satu area pada tulang yang sama.
  • Stadium 4. Pada tahap ini, kanker yang menggerogoti tulang telah menyebar ke bagian-bagian lainnya di dalam tubuh, misalnya paru-paru, hati, atau otak.

Penentuan tingkat keparahan kanker tulang bisa dilakukan melalui diagnosis. Hal ini berguna dalam membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat.

Diagnosis kanker tulang

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita kanker tulang, selain menanyakan tentang gejala-gejala yang dirasakan, dokter perlu melakukan beberapa tes. Jenis-jenis tes ini di antaranya adalah:

  • Tes darah. Tes ini dapat mengetahui adanya kanker tulang melalui perubahan yang terjadi di dalam darah. Misalnya naiknya kadar enzim alkalin fosfatase akibat osteosarkoma. Kegunaan lain dari tes darah adalah untuk memastikan bahwa pasien bukan menderita kondisi lain, misalnya artritis atau radang sendi yang juga dapat menyebabkan gejala nyeri seperti pada kanker tulang.
  • Biopsi. Selain dapat mendeteksi keberadaan kanker tulang, tes ini juga dapat menentukan tingkat keparahan penyakit tersebut bila ada. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sedikit sampel dari tulang untuk selanjutnya diteliti di laboratorium. Tes ini dianggap sebagai cara paling akurat untuk mendiagnosis kanker tulang.
  • Sinar-X. Melalui tes ini dapat diketahui apakah kerusakan tulang yang dialami oleh pasien disebabkan oleh kanker atau kondisi lainnya. Selain kerusakan tulang, pertumbuhan tulang yang tidak wajar akibat kanker juga dapat terdeteksi melalui pemindaian X-ray.
  • Pemindaian tulang. Tes ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah bahan radioaktif ke dalam pembuluh vena. Bahan tersebut nantinya akan diserap oleh tulang. Biasanya tulang yang bermasalah atau tidak normal akan lebih cepat melakukan penyerapan dibandingkan tulang yang normal. Informasi soal tulang yang didapat lewat pemindaian tulang biasanya lebih rinci daripada yang didapat melalui pemeriksaan sinar-X.
  • MRI scan. Melalui metode ini, tingkat keparahan penyebaran kanker di dalam tulang dapat diketahui. Dengan dibantu gelombang radio dan medan magnetik, MRI scan dapat menghasilkan gambar tulang secara lebih rinci.
  • CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah kanker tulang telah menyebar, misalnya ke paru-paru. Pemindaian yang menggunakan rangkaian sinar-X dan bantuan komputer ini dapat menghasilkan gambar bagian tubuh secara rinci dalam bentuk 3 dimensi.

Pengobatan kanker tulang

Pengobatan kanker tulang sangat bergantung pada tingkat keparahan kanker, lokasi kanker, dan bahkan jenis kanker itu sendiri. Meski demikian, penanganan utama kanker tulang biasanya dilakukan melalui operasi yang dikombinasikan dengan pengobatan lainnya, seperti kemoterapi dan radioterapi.

Beberapa jenis operasi bisa dilakukan untuk mengatasi kanker tulang, di antaranya:

  • Operasi pengangkatan tulang. Prosedur ini biasanya dilakukan jika kanker belum menyebar keluar tulang. Bagian tulang atau sendi yang terinfeksi kanker akan diangkat untuk selanjutnya diganti dengan tulang atau sendi buatan. Operasi pengangkatan ini juga masih bisa diterapkan jika kanker hanya baru menyebar ke jaringan-jaringan di sekitar tulang.
  • Amputasi. Amputasi biasanya dilakukan jika kanker tidak berhasil ditangani dengan operasi pengangkatan tulang atau jika kanker tulang telah menyebar, misalnya menuju saraf, pembuluh darah, serta kulit.

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan kanker yang melibatkan pemberian sejumlah obat-obatan. Pada penyakit kanker tulang, obat-obatan tersebut diinfuskan ke dalam pembuluh darah.

Pada kasus kanker tulang, kemoterapi biasanya dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk menyusutkan kanker agar tidak perlu dilakukan amputasi, serta dilakukan setelah operasi agar kanker tidak muncul kembali. Selain itu, kemoterapi juga bisa dipadukan dengan radioterapi untuk diberikan kepada penderita Ewings sarcoma atau chemoradiation sebelum menjalani operasi. Jika penderita kanker tulang sudah tidak bisa ditangani lagi dengan cara apa pun, kemoterapi biasanya diberikan dengan tujuan untuk memperlambat gejala.

Waktu pelaksanaan kemoterapi biasanya dibagi menjadi beberapa siklus, di mana tiap siklus terdiri dari beberapa hari. Jumlah siklus yang dibutuhkan oleh penderita kanker tulang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit yang diidap oleh mereka. Tiap siklus kemoterapi biasanya dipisahkan oleh jeda waktu beberapa minggu. Tujuan pemberian jeda waktu ini adalah agar penderita dapat memulihkan diri dari efek kemoterapi.

Beberapa efek samping kemoterapi adalah rambut rontok, rasa lelah, sariawan, diare, mual dan muntah, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh. Biasanya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir.

Radioterapi

Metode radioterapi dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Pada kasus kanker tulang, radioterapi dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi. Metode ini juga dapat dilakukan untuk memperlambat gejala kanker tulang pada penderita yang tidak bisa lagi diobati dengan cara apa pun.

Radioterapi biasanya dilakukan sebanyak lima sesi dalam seminggu dan satu sesi biasanya berlangsung sekitar 15 menit.

Sama seperti kemoterapi, radioterapi juga memiliki efek samping. Beberapa di antaranya adalah lelah, rambut rontok, nyeri sendi, mual, iritasi dan kemerahan pada kulit. Umumnya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan radioterapi berakhir.

Peluang sembuh penderita kanker tulang

Kanker tulang yang belum menyebar ke organ tubuh lainnya atau yang masih terlokalisasi, lebih mudah ditangani ketimbang kanker tulang yang sudah menyebar atau bermetastasis. Faktor inilah yang nantinya akan berpengaruh pada peluang penderita untuk sembuh.

Menurut penelitian, seseorang yang terdiagnosis menderita osteosarcoma terlokalisasi diperkirakan masih memiliki peluang hidup sebesar 60 persen selama setidaknya 5 tahun ke depan, dibandingkan mereka yang terdiagnosis menderita osteosarcoma metastasis yang hanya berpeluang 10 persen.

Sedangkan untuk kasus kanker tulang Ewings sarcoma yang telah terdiagnosis, penderita kondisi terlokalisasinya diperkirakan masih memiliki peluang hidup sebesar 70 persen setidaknya selama 5 tahun ke depan dibandingkan penderita kondisi metastasis yang hanya memiliki peluang 30 persen. Sama seperti osteosarcoma terlokalisasi, sebagian besar penderita Ewings sarcoma terlokalisasi juga berhasil sembuh dari penyakitnya.

Selain tingkat penyebaran, seberapa parah jaringan sel yang terkena kanker juga bisa berdampak pada kesempatan penderita untuk sembuh. Menurut penelitian, rasio peluang hidup penderita kanker tulang chondrosarcoma stadium rendah dengan penderita stadium tinggi selama setidaknya 5 tahun ke depan adalah 80 persen banding 30 persen.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Kanker Tulang. Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Jumat, 14 Juli 2017

Penyebab dan Cara menyembuhkan Polisitemia Vera beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Polisitemia Vera. Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Polisitemia Vera ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Polisitemia Vera :

Polisitemia vera adalah salah satu jenis gangguan pada sumsum tulang. Penyakit ini termasuk langka dan lebih sering dialami oleh pria dibandingkan dengan wanita.

Pada kondisi normal, tubuh kita mengatur dan menentukan jumlah sel-sel darah yang akan diproduksi sesuai yang dibutuhkan. Jika Anda mengidap polisitemia vera, gen JAK2 yang Anda miliki mengalami mutasi, sehingga sel-sel sumsum tulang akan memroduksi sel darah merah secara berlebihan.

Penyebab di balik mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Namun risiko polisitemia vera akan meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya pada orang berusia di atas 60 tahun.

Gejala-gejala Polisitemia Vera

Polisitemia vera jarang menyebabkan gejala yang signifikan meski pengidap sudah mengalaminya selama bertahun-tahun. Jika ada indikasi yang dirasakan oleh pengidap, tanda-tanda tersebut umumnya berupa:

  • Lemas dan lelah.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Pandangan kabur.
  • Mimisan dan lebam.
  • Keringat yang berlebihan.
  • Sendi yang bengkak dan sakit akibat penyakit asam urat atau penyakit gout biasanya pada ibu jari kaki. Gout adalah salah satu jenis peradangan pada sendi.
  • Sensasi kebas, geli, lemas, atau perih pada tangan atau kaki.
  • Sulit bernapas, terutama saat berbaring.
  • Kulit berubah merah, khususnya pada wajah.
  • Perut bagian atas terasa kembung akibat limpa yang membengkak.
  • Gatal-gatal, terutama sehabis mandi air hangat.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, terutama yang tidak kunjung membaik. Pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat menghindarkan Anda dari komplikasi serius, seperti serangan jantung, stroke, emboli paru, serta trombosis vena dalam.

Diagnosis Polisitemia Vera

Polisitemia vera umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan jarang menyebabkan indikasi yang signifikan. Karena itu, penyakit ini cenderung terdeteksi pada saat pasien menjalani proses diagnosis untuk penyakit lain.

Penyakit ini biasanya terdeteksi melalui tes darah, khususnya pada pengecekan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Sebagian besar hasil pemeriksaan darah para pengidap polisitemia vera akan mengalami:

  • Peningkatan jumlah sel darah merah yang terkadang disertai kenaikan jumlah platelet dan sel darah putih.
    Presentase sel darah merah dalam darah (hematokrit) yang meningkat.
  • Peningkatan kadar hemoglobin.
  • Rendahnya kadar hormon eritropoietin yang merangsang sel sumsum tulang untuk memroduksi sel darah merah.

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga mungkin menganjurkan beberapa pemeriksaan lebih lanjut, misalnya pengecekan genetika pada gen JAK2 yang juga dilakukan melalui tes darah dan pengambilan sampel sumsum tulang melalui biopsi. USG perut juga mungkin dilakukan guna mendeteksi apakah Anda mengalami gangguan limpa atau tidak.

Pengobatan Polisitemia Vera

Polisitemia vera termasuk penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dijalani oleh pasien bertujuan mengurangi jumlah sel darah, mencegah komplikasi, serta menurunkan keparahan gejala.

Ada beberapa metode pengobatan yang umumnya akan dianjurkan oleh dokter. Langkah-langkah pengobatan tersebut meliputi:

  • Mengeluarkan darah. Cara Ini dilakukan dengan prosedur yang sama seperti saat mendonor darah dan merupakan langkah penanganan pertama yang umumnya dianjurkan oleh dokter.
  • Menurunkan produksi sel darah merah dengan obat-obatan. Contoh obat yang diberikan adalah interferondan hydroxycarbamide.
  • Mencegah penggumpalan darah melalui pemberian obat, seperti aspirin berdosis rendah.

Di samping mengendalikan produksi sel-sel darah, ada beberapa langkah lain yang mungkin dianjurkan guna mengurangi gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Misalnya, obat-obatan untuk meredakan gatal-gatal serta penyakit gout.

Seiring dengan pengobatan dari dokter, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah sederhana di rumah yang meliputi:

  • Menerapkan gaya hidup yang sehat dan seimbang, seperti menjaga pola makan, memiliki berat badan yang sehat, rajin berolahraga, serta berhenti merokok.
  • Mengurangi gatal-gatal dengan mandi air dingin.
  • Menghindari luka dan infeksi dengan tidak menggaruk kulit yang gatal secara berlebihan.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Polisitemia Vera. Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Penyebab dan Cara menyembuhkan Roseola beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Roseola. Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Roseola ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Roseola :

Roseola atau dalam istilah medis lainnya disebut roseola infantum, merupakan infeksi virus yang menyerang bayi atau anak-anak dengan gejala utama berupa demam dan ruam merah muda di kulit. Usia enam bulan hingga satu setengah tahun merupakan usia yang paling rentan terkena kondisi ini.

Gejala roseola biasanya muncul setelah virus berinkubasi di dalam tubuh selama 1-2 minggu. Pada tahap awal, bayi atau anak-anak yang terkena roseola akan mengalami demam tinggi, batuk beserta pilek, nyeri tenggorokan, dan tidak nafsu makan. Selain gejala-gejala tersebut, sebagian penderita juga akan mengalami pembengkakan kelenjar di leher, diare ringan, dan pembengkakan pada kelopak mata.

Setelah tiga atau empat hari kemudian, demam biasanya akan mereda dan dilanjutkan dengan munculnya ruam berwarna merah muda yang akan memenuhi bagian punggung, perut, dan dada. Bahkan pada beberapa kasus, ruam-ruam yang tidak terasa gatal atau sakit ini juga muncul di bagian wajah dan kaki. Dalam waktu dua hari biasanya ruam akan berangsur-angsur menghilang.

Penyebab Roseola

Roseola biasanya disebabkan oleh virus HHV-6 atau virus herpes tipe 6. Penularan virus ini sama seperti kasus-kasus pilek pada umumnya, yaitu secara langsung ketika anak Anda turut menghirup butiran-butiran liur yang dikeluarkan oleh anak penderita roseola yang sedang berada di dekatnya melalui batuk atau bersin dan secara tidak langsung ketika anak Anda memegang benda yang telah terkontaminasi virus HHV-6 atau berbagi penggunaan sesuatu dengan anak penderita roseola, misalnya piring, gelas, dan sendok.

Pengobatan Roseola

Roseola biasanya sembuh dalam waktu satu minggu (terhitung dari munculnya demam sampai ruam) cukup melalui perawatan di rumah. Namun apabila anak Anda mengalami demam tinggi hingga lebih dari 39,4 derajat celsius, ruam di kulitnya masih belum hilang setelah tiga hari, atau bahkan mengalami kejang-kejang akibat demamnya, segera periksakan dirinya ke dokter. Komplikasi kejang yang berkaitan dengan demam pada kasus roseola sebenarnya merupakan hal yang jarang terjadi.

Saat anak Anda mulai mengalami demam, pastikan dia beristirahat di atas tempat tidurnya secara total sampai kondisinya benar-benar pulih. Jagalah suhu kamar anak Anda agar tetap sejuk dan jangan beri dia selimut yang terlalu tebal.

Berikan anak Anda minum sesering mungkin meski dia tidak merasa haus agar demam bisa cepat reda dan terhindar dari dehidrasi. Sebisa mungkin hindari penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit, seperti ibuprofen atau parasetamol, kecuali anak Anda merasa tertekan akibat kondisinya tersebut. Jangan berikan aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun tanpa resep dari dokter.

Hal terpenting yang harus Anda lakukan ketika akan memberikan anak Anda obat adalah selalu menaati petunjuk penggunaannya, baik yang tertera pada kemasan (apabila obat tersebut dijual bebas di apotik) maupun dari dokter (apabila diresepkan). Pemberian dosis di luar ketentuan bisa berbahaya.

Pencegahan Roseola

Anak-anak yang sudah pernah terkena roseola umumnya tidak akan terkena kondisi ini lagi untuk kedua kalinya karena antibodi yang sudah mampu melawan virus HHV-6 sudah terbentuk. Karena itu kasus roseola pada orang dewasa merupakan hal yang sangat langka, terkecuali penderita belum pernah terkena kondisi ini saat kecil atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena suatu kondisi (misalnya akibat virus HIV atau akibat efek samping pengobatan kemoterapi).

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah roseola karena itu langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah penularannya adalah menjauhkan anak Anda dari penderita agar tidak terpapar. Begitu pula sebaliknya, jika anak Anda sedang sakit roseola, liburkan dahulu seluruh aktivitas yang biasa dia lakukan di luar (misalnya bermain atau belajar) hingga gejalanya sembuh total.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan apabila terdapat penderita roseola di rumah agar kita tidak menjadi media penularan secara tidak langsung di luar.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Roseola. Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Kamis, 13 Juli 2017

Penyebab dan Cara menyembuhkan Hepatitis B beserta Obatnya

Ada banyak penyakit yang menyebabkan badan manusia mengalami gangguan. Penyakit jenisnya bermacam-macam, salah satunya ialah Hepatitis B . Lalu apa Penyebab dan Cara menyembuhkan Hepatitis B ?

Berikut ini merupakan Definisi serta penjelasan Penyebab dan Cara menyembuhkan Hepatitis B :

Hati memiliki ratusan fungsi sehingga menjadi salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Fungsi hati di antaranya adalah memproduksi cairan empedu yang dapat membantu pencernaan lemak, menyimpan karbohidrat, memproduksi senyawa yang penting dalam pembekuan darah, serta menghilangkan racun dari tubuh.

Manusia hanya memiliki satu buah hati. Organ ini memiliki daya tahan yang sangat tangguh. Hati bahkan tetap bekerja meski mengalami kerusakan dan mampu terus beregenerasi (memperbaiki diri) selama tidak mengalami kerusakan yang benar-benar parah.

Salah satu infeksi serius yang dapat menyerang hati adalah hepatitis B yang disebabkan oleh virus. Beberapa gejala hepatitis B antara lain:

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning).
  • Gejala yang mirip pilek, misalnya lelah, nyeri pada tubuh, dan sakit kepala.

Tetapi gejala-gejala tersebut tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh hingga munculnya gejala pertama infeksi tersebut. Masa inkubasi hepatitis B biasanya berkisar antara 1-5 bulan sejak terjadi pajanan terhadap virus.

Penderita Hepatitis B di Indonesia

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa hepatitis B merupakan penyebab lebih dari 780.000 kematian tiap tahun di dunia.

Di Indonesia sendiri, hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi hepatitis B sebesar 9,4%. Hal ini berarti satu dari 10 penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B. Sayangnya, hanya satu dari lima penderita hepatitis B di Indonesia yang sadar bahwa mereka mengidap penyakit ini.

Cara Penularan Hepatitis B

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh, misalnya sperma dan cairan vagina. Virus penyakit ini jauh lebih mudah ditularkan dibandingkan HIV. Beberapa cara penularannya adalah:

  • Kontak seksual, misalnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Berbagi jarum suntik. Misalnya menggunakan alat suntik yang sudah terkontaminasi darah penderita hepatitis B.
  • Kontak dengan jarum suntik secara tidak disengaja. Misalnya petugas kesehatan (paramedis) yang sering berurusan dengan darah manusia.
  • Ibu dan bayi. Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.

Diagnosis pada Hepatitis B

Diagnosis hepatitis B dilakukan melalui pemeriksaan darah. Yang perlu diperhatikan adalah pendeteksian HBsAg (hepatitis B surface antigen). HbsAg adalah lapisan luar virus hepatitis B yang memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh Anda.

Munculnya hasil positif menunjukkan bahwa hati Anda melepaskan protein hepatitis B ke dalam darah. Hal ini mengindikasikan adanya infeksi.

Selain tes HBsAg, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan yang lebih spesifik, yaitu evaluasi fungsi hati. Pemeriksaan ini juga dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui adanya kerusakan hati atau tidak.

Hepatitis B Akut dan Kronis

Infeksi hepatitis B dapat terjadi dalam waktu singkat (akut) atau jangka panjang (kronis).

Virus hepatitis B umumnya tinggal dalam tubuh selama kira-kira 30-90 hari. Inilah yang dikenal sebagai hepatitis B akut. Infeksi akut ini umumnya dialami orang dewasa. Jika mengalami hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan Anda akan sembuh dalam beberapa bulan.

Sedangkan hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko empat sampai lima kali lebih besar untuk menderita hepatitis B kronis dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita. Sementara untuk orang dewasa, 20% dari mereka yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis.

Penderita hepatitis B kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun.

Sirosis adalah tahap terakhir dari hepatitis B kronis. Sirosis adalah kondisi organ hati yang telah mengalami kerusakan berkelanjutan dan akhirnya membentuk jaringan luka atau parut. Jaringan ini berbeda dari jaringan hati yang sehat. Dalam kondisi siroris, sel-sel hati telah berubah dan jaringannya telah mengeras sehingga fungsi hati pun menurun secara drastis. Satu dari lima penderita hepatitis B mengalami sirosis. Komplikasi ini membutuhkan sekitar 8-20 tahun untuk berkembang. Diperkirakan sekitar 10 persen penderita sirosis akhirnya mengalami kanker hati.

Langkah Pengobatan Hepatitis B

Tidak ada langkah khusus dalam pengobatan hepatitis B. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya.

Sementara pengobatan untuk hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati. Langkah penanganan penyakit ini menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk:

  • Menghambat produksi virus.
  • Mencegah kerusakan pada hati.

Langkah Pencegahan Penyebaran Hepatitis B

Langkah pengobatan memang dapat menghambat penyebaran hepatitis B kronis dan mencegah komplikasi, tetapi tidak bisa menyembuhkan infeksi. Penderita hepatitis B kronis tetap dapat menularkannya pada orang lain.

Vaksin dan Langkah Pencegahan Terpapar Virus Hepatitis B

Langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan vaksin. Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi. Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia satu bulan, dan saat anak berusia 3-6 bulan. Tetapi orang dewasa dari segala umur dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B.

Pemberian vaksin ini juga dianjurkan untuk mereka yang berisiko tinggi tertular hepatitis B, seperti:

  • Orang yang memiliki lebihdari satu pasangan seksual.
  • Orang yang menggunakan obat suntik atau berhubungan seks dengan pengguna obat suntik.
  • Petugas kesehatan (paramedis) yang berisiko terpapar virus hepatitis B.
    Orang yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B.
  • Penderita penyakit hati kronis.
  • Penderita penyakit ginjal.

Pemeriksaan hepatitis B juga diterapkan bagi ibu hamil. Jika sang ibu mengidap penyakit ini, bayinya dapat menerima vaksin pada saat lahir (12 jam setelah persalinan) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B di antaranya adalah:

  • Berhenti atau jangan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Hindari berbagi penggunaan barang seperti sikat gigi, anting-anting, serta alat cukur.
  • Waspadalah saat ingin menindik dan menato tubuh.
  • Jangan berhubungan seks tanpa alat pengaman kecuali Anda yakin pasangan Anda tidak memiliki hepatitis B atau penyakit kelamin menular lainnya.

Bagi Penderita Hepatitis B

Penderita hepatitis B dewasa umumnya sanggup mengendalikan virusnya. Mereka dapat kembali sehat dalam waktu beberapa bulan meski mengalami gejala yang parah.

Kerusakan hati adalah risiko yang dimiliki oleh penderita hepatitis B kronis. Sebagian besar dari mereka mengalami kerusakan hati yang sangat kecil. Tetapi ada juga penderita hepatitis B kronis yang akhirnya menderita sirosis dan terkadang kanker hati.

Karena itu, vaksinasi sangat penting sebagai langkah pencegahan. Terutama jika Anda termasuk dalam salah satu kategori orang yang berisiko tinggi terkena hepatitis B.

Seperti itu penjelasan singkat mengenai Penyebab dan Cara menyembuhkan Hepatitis B . Sekian Terima kasih. Semoga Bermanfaat.